GREEN DEMOCRACY merupakan terminologi yang terbilang baru sebagai sebuah paradigma dalam diskursus politik. Istilah Green Democracy mungkin terdengar agak asing dan dapat memicu perdebatan. Namun, judul dan isi buku ini merupakan hasil refleksi panjang penulis sejak menjadi aktivis kepemudaan belasan tahun silam, kemudian menjadi pebisnis, hingga akhirnya menjadi birokrat/kepala daerah. Green Democracy secara resmi diperkenalkan pada momentum COP26 di Glasgow, setelah penulis menjabat sebagai Pimpinan Lembaga DPD RI. Buku ini juga menjadi refleksi dan bahan evaluasi atas performa demokrasi serta kebijakan pembangunan berkelanjutan. Inovasi demokrasi yang kami rekomendasikan terkait dengan reformasi sistem pemilu, sistem parlemen, sistem legislasi, sistem partai politik serta mekanisme legislasi yang kolaboratif dan inklusif. Terutama, bagaimana kita menempatkan DPD RI sebagai lembaga perwakilan yang dapat menjadi faktor penting bagi demokrasi dan pembangunan daerah. Buku ini menawarkan perspektif demokrasi yang relevan dengan keIndonesiaan. Demokrasi deliberatif yang sarat dengan nilai-nilai Pancasila, budaya musyawarah, dan gotong royong. Green Democracy secara filosofis juga memiliki makna “harapan dan keseimbangan” terhadap masa depan demokrasi Indonesia. Keseimbangan dalam demokrasi (check and balances) antara kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif. Tentunya juga keseimbangan ekologi untuk menghadirkan harapan keadilan sosial. Hijau adalah warna yang identik dengan muda, tumbuh dan berkesinambungan. Dalam perspektif psikologis warna hijau dianggap memiliki kepribadian yang tenang, stabil, dan dapat diandalkan. Hijau cenderung mencari keharmonisan dalam hidup mereka dan menghindari konflik. Green Democracy juga kita harapkan menjadi peta jalan demokrasi yang menjunjung tinggi prinsip Trias Politica menuju cita-cita Trisakti Bung Karno: bangsa yang berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Pada prinsipnya, keseimbangan demokrasi dan keseimbangan lingkungan (ekologi) merupakan dua sisi mata uang yang menjadi inti sari buku ini, sebagai misi untuk mewujudkan keadilan sosial dan ekonomi. Green Democracy juga diharapkan dapat menjadi mazhab demokrasi Indonesia dalam mencapai visi negara kesejahteraan yang Pro Growth, Pro Youth, Pro Poor, dan Pro Ecology. Sekaligus sebagai peta jalan Pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Sultan Baktiar Najamudin, atau lebih dikenal sebagai Sultan Baktiar, adalah seorang tokoh muda Indonesia yang berpengaruh. Lahir pada 11 Mei 1979 di Bengkulu, Sultan Baktiar tumbuh menjadi seorang pemimpin yang cerdas, supel, dan ramah. Sultan Baktiar lahir dari pasangan Najamudin dan Nuraini. Sejak kecil, ia dikenal sebagai anak yang cerdas dan aktif di organisasi pemuda. Sultan Baktiar menyelesaikan pendidikannya di Universitas Indonesia dan aktif di berbagai organisasi pemuda, termasuk Pramuka, PMR, dan OSIS. Sultan Baktiar memulai karirnya sebagai aktivis pemuda dan kemudian menjadi anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu pada tahun 2009. Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Bengkulu pada tahun 2013-2015. Sultan Baktiar juga memiliki pengalaman bisnis yang luas, termasuk di bidang persenjataan, industri bahan peledak, dan pertambangan. Sultan Baktiar telah menerima beberapa penghargaan, termasuk Best Parliamentary Award dari majalah Mens Obsession pada tahun 2021 dan Penghargaan Senator Kritis dan Pro Demokrasi dari Organisasi Wartawan Parlemen pada tahun 2022. Ia juga dianugerahi Bintang Mahaputera Nararya oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2024. Sultan Baktiar memiliki visi untuk membangun Indonesia yang lebih baik dan memiliki misi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia. Ia juga memiliki komitmen untuk memperjuangkan demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia. Sultan Baktiar Najamudin adalah seorang tokoh muda Indonesia yang berpengaruh. Ia memiliki latar belakang yang kuat, pengalaman yang luas, dan visi yang jelas untuk membangun Indonesia yang lebih baik. Sultan Baktiar adalah contoh bagi generasi muda Indonesia untuk menjadi pemimpin yang cerdas, supel, dan ramah.